Keutamaan Bersedekah

keutamaan sedekah
Keutamaan Sedekah

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang bersedekah semisal sebutir kurma dari pencaharian yang baik (halal), dan Allah tidak akan menerima kecuali yang baik, maka Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya.” Artinya dengan disertai berkah dan kebaikan-Nya.
“Kemudian Dia akan memelihara untuk pemiliknya sebagaimana seorang dari kamu memelihara anak kudanya.” Yakni anak kuda pada awal kelahirannya. “Sampai kurma itu menumpuk seperti gunung.”

Di dalam sebuah riwayat dikatakan, “Sebagaimana seorang dari kamu memelihara anak kudanya sehingga sedekah sesuap sungguh akan menjadi sebesar gunung Uhud.”
Sebagaimana Firman Allah SWT.
“Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Allah menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan menerima sedekah.” (QS.At-Taubah:104)
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (QS.Al-Baqarah:276)

“Sedekah tidak akan mengurangi apapun pada harta benda, Allah tidak akan menambah apapun kepada seorang hamba sebab memaafkan kecuali keagungan. Seseorang yang merendahkan diri karena Allah tidak akan mendapatkan kecuali keagungan dan Allah Azza wa Jalla akan mengangkatnya.”

Di dalam sebuah riwayat untuk Ath-Thabrani dikatakan, “Tidaklah sebuah sedekah akan mengurangi harta, tidaklah seorang hamba mengulurkan tangan untuk sedekah kecuali dijatuhkan pada tangan Allah.”
Yakni Allah menerimanya dan ridha dengannya sebelum jatuh ke tangan orang yang meminta, dan tidaklah seorang hamba membuka sebuah pintu permintaan yang dihindarinya kecuali Allah membuka baginya sebuah pintu kefakiran.

Hamba berkata, “Hartaku, hartaku.” padahal sesungguhnya hak baginya hanya tidak hal dari hartanya itu, yaitu apa yang dia makan lalu dia habiskan atau apa yang dia pakai lalu dia binasakan atau apa yang dia berikan lalu dia pelihara (simpan, yakni pahalanya). sedang selain itu semua, akan ditinggalkan untuk orang lain.

Di dalam Hadist terdapat riwayat, “Tidak ada seorang pun di antara kamu kecuali Allah akan berbicara dengannya tanpa penerjemah. ketika dia memandang ke arah kanannya, tidak dilihatnya kecuali amal yang telah dia ajukan, dan dia memandang ke arah kirinya, tidak dilihat kecuali amal yang telah diajukannya, dan ketika dia memandang ke mukanya, dia pun tidak melihat kecuali neraka. Maka takutlah kamu kepada neraka walaupun hanya dengan separuh buah kurma.”

Di dalam sebuah hadist lagi, “Hendaklah seorang dari kamu memelihara wajahnya dari neraka walaupun hanya dengan separuh buah kurma.”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sedekah itu memadamkan kesalahan sebagaimana air telah memadamkan api.”

“Hai Ka’b bin “Ujrah, sesungguhnya tidak akan masuk surga daging dan darah yang tumbuh atas barang yang haram, neraka lebih berhak baginya.
Hai Ka’b bin ‘Ujrah, manusia itu adalah bagi dua orang yang bangun pagi-pagi. Seorang dari mereka bergegas dalam membebaskan dirinya, maka dia berhasil memerdekakan dirinya dan seorang lagi bergegas membinasakan dirinya itu.
Hai Ka’ab bin ‘Ujrah, shalat adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah, puasa adalah benteng dan sedekah akan menghapus kesalahan sebagaimana air yang membeku berjalan di atas batu.”
Di dalam sebuah riwayat lain disebutkan, Sebagaimana air memadamkan api.”

“Sesungguhnya sedekah benar-benar memadamkan kemurkaan Tuhan dan menghalangi mati dalam keadaan jahat.”
Di sebutkan dalam sebuah hadist, “Setiap orang berada di dalam naungan sedekahnya sampai saat diputuskan semua urusan manusia.”
Dalam hadist yang lain disebutkan, “Tidak akan seseorang mengeluarkan sesuatu dari sedekah sehingga dia telah memisahkan (mencabut) sedekah itu dari rahang tujuhpuluh setan.”
Pernah ditanyakan, “Ya Rasulullah, manakah sedekah yang paling utama”?
Beliau menjawab, “(Membantu) kesusahan orang yang tidak mampu, tetapi dahulukanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu (Keluargamu).”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sekeping dirham dapat mendahului seratus dirham.”
bertanyalah seorang laki-laki, “Bagaimana hal itu bisa terjadi Ya Rasulullah?”
Beliau bersabda, “Ada seorang laki-laki yang mengambil dari sisinya seribu dirham, lalu dia bersedekah dengannya. Ada seorang laki-laki lain yang tidak memiliki uang kecuali dua dirham, dia mengambil satu di antara keduanya dan bersedekah dengannya.”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Janganlah engkau mengembalikan (menolak) orang yang minta-minta kepadamu walaupun hanya dengan kikil (kaki sapi atau kambing).”

Ada tujuh orang yang Allah akan menaungi mereka di bawah naungan-Nya sampai pada sabda beliau, “Dan seorang laki-laki yang bersedekah dengan sesuatu yang dirahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah diinfakkan tangan kanannya.”

“Perbuatan-perbuatan yang baik menghindarkan dari jatuhnya seseorang pada perbuatan yang buruk, sedekah secara rahasia dapat memadamkan kemurkaan Tuhan dan menyambung hubungan kerabat akan memperpanjang umur.”
Di dalam sebuah riwayat untuk Ath-Thabrani di sebutkan, “Perbuatan-perbuatan yang baik dapat memadamkan kemurkaan Tuhan, menyambung hubungan kerabat, dapat memperpanjang umur, dan setiap perbuatan yang baik merupakan sedekah. Pelaku kebaikan di dunia adalah pemilik kebaikan di akhirat dan pelaku perbuatan mungkar di dunia, mereka adalah pemilik mungkar di akhirat. Sedang orang yang pertama kali masuk surga adalah pemilik-pemilih kebaikan (ma’ruf).”

Di dalam riwayat lain milik Ath-Thabrani dan milik Ahmad dikatakan, “Bagaimana dengan sedekah itu, ya Rasulullah?”
Beliau bersabda, “Beberapa pahala yang dilipat-gandakan dan di sisi Allah masih terdapat tambahan lagi.”
Kemudian beliau membaca: “Barangsiapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat-gandakan pembayaran kepadanya dengan kelipatan yang banyak.” (QS.Al-Baqarah:245)

Dikatakan, “Ya Rasulullah, manakah sedekah yang paling utama?”
beliau bersabda, “Yaitu sedekah dengan rahasia kepada seorang yang membutuhkan atau sedekah atas kesusahan orang yang kurang mampu.”
Kemudian beliau membaca: “Jika kamu menampakkan sedekah, maka itu adalah baik sekali, dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka sedekah secara sembunyi itulah paling baik bagimu.” (QS.Al-Baqarah:271)

“Barangsiapa yang memberi sebuah pakaian kepada seorang muslim, maka tidak henti-hentinya dia berada dalam tutup Allah SWT. selagi benang dan pintalan benang pakaian tersebut masih melekat pada muslim itu benang dan pintalan dari pakaian itu.”

“Manakah di antara orang Islam yang memberi orang Islam lain yang telanjang dengan sebuah pakaian, maka Allah akan memberinya pakaian dari sutera hijau dari surga. Manakah di antara orang Islam memberi makan seorang Islam yang lain dalam keadaan lapar, maka Allah SWT akan memberinya makan dari buah-buahan surga. Dan manakah di antara orang Islam yang memberi minum orang Islam yang lain dalam keadaan haus, maka Allah SWT akan memberinya minum dari arak yang tertutup rapat.”

“Sedekah pada orang miskin dan kerabat yang kasyih adalah sedekah yang sesungguhnya.”

“Setiap pemberian hutang adalah sedekah.” di dalam sebuah riwayat bagi segolongan ulama disebutkan, “Aku melihat pada malam aku di isra’kan di pintu surga tertulis, “Pahala sedekah digandakan dengan sepuluh kali lipat, sedang pahala memberi hutang digandakan dengan delapan belas kali lipat.”

“Barangsiapa yang memberikan kemudahan atas orang yang miskin (misalnya memberi kesempatan waktu untuk menangguhkan pembayaran), maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan di akhirat.”

“Manakah (kepasrahan) Islam yang paling utama?”
beliau bersabda, “Engkau memberikan sebuah makanan dan membacakan salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang tidak engkau kenal.”

Ceritakanlah kepadaku mengenai segala sesuatu.
Beliau bersabda, “Segala sesuatu diciptakan dari air.” lalu aku berkata, “Ceritakanlah kepadaku pula mengenai sesuatu yang apabila aku kerjakan aku akan masuk surga.”
Beliau bersabda, “Berikanlah sebuah makanan, perlihatkan salam, sambunglah hubungan famili dan shalatlah pada malam hari ketika semua orang sedang tidur, maka engkau akan masuk surga dengan selamat.”

“Di antara hal-hal yang menyebabkan rahmat Allah adalah pemberian makan seorang muslim kepada orang miskin.”

“Barangsiapa yang memberi makan saudaranya hingga membuatnya kenyang dan memberinya minum dengan air hingga menyegarkannya, maka Allah akan menjauhkannya dari neraka dengan tujuh buah parit, yang jarak di antara kedua buah parit adalah lima ratus tahun perjalanan.”

“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman pada hari kiamat, “Hai anak Adam, Aku telah sakit dan kamu tidak mau menjengukku?”
Bertanya anak Adam, “Bagaimana aku harus menjenguk-Mu? sedang Engkau adalah Tuhan sekalian alam.”
Dia berfirman, “Tidakkah kamu tahu, sesungguhnya hamba-Ku fulan itu telah sakit, tetapi kamu tidak menjenguknya? Tidakkah kamu tahu bahwa sesungguhnya jika kamu menjenguknya tentu kamu menemukan Aku di sisinya? Hai anak Adam, Aku telah minta makan kepadamu tetapi engkau tidak memberi makam pada-Ku.”
Anak Adam bertanya, “Ya Tuhan, bagaimana aku harus memberi makam Engkau, sedang Engkau adalah Tuhan sekalian alam?”
Dia berfirman, “Tidakkah kamu tahu, bahwa Tuhan tahu, sesungguhnya hamba-Ku fulan telah meminta makan padamu dan kamu tidak mau memberinya makan. Tidakkah kamu tahu bahwa sesungguhnya bila kamu memberi makan padanya tentu kamu akan dapat menemukannya lagi disisi-Ku.”
Hai anak Adam, Aku telah minta minum kepadamu tetapi engkau tidak mau memberi minum Aku.”
Anak Adam bertanya, “Ya Tuhan bagaimana aku harus memberi minum Engkau, sedang Engkau adalah Tuhan sekalian alam.”
Dia berfirman, “Hamba-Ku fulan telah minta minum kepadamu dan kamu tidak mau memberinya minum. tidakkah kamu tahu bahwa sesungguhnya kamu bila kamu memberinya minum tentu kamu akan menemukannya di sisi-Ku.”

Demikianlah penjelasan tentang “Keutamaan Sedekah”, nantikan postingan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares