Memilih Istri dan Memilih Suami

Memilih Istri dan Memilih Suami

Memilih Istri:
Karena istri merupakan tempat berteduh bagi suami dan sebagai teman hidup, pengatur rumah tangga, ibu bagi anak-anaknya, tempat mencurahkan isi hati dan sebagainya, maka sudah seharusnya orang yang akan nikah berhati-hati dalam memilih istri. Apabila sudah mendapatkan perempuan yang shalehah, beragama, dai kalangan baik-baik, hendaknya segera meminang kepada walinya. Seorang laki-laki tidak boleh meminang perempuan hanya karena perempuan itu cantik, atau karena kaya atau karena tinggi kedudukannya.


Rasulullah SAW bersabda, “Perempuan itu dikawin karena empat sebab, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Pilihlah perempuan yang beragama engkau akan selamat.”
(Riwayat Bukhari dan Muslim)



Tetapi tidak ada salahnya memilih perempuan cantik asal baik budi pekertinya. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik perempuan adalah yang apabila kamu memandangnya kamu akan senang, apabila kamu perintah ia patuh padamu, apabila kamu beri bagian ia akan menerimanya, apabila kamu pergi ia akan menjaga dirinya dan menjaga hartamu.”
(Riwayat Nasai dan yang lain)

Memilih Suami:
Apabila seorang laki-laki diperingatkan untuk berhati-hati memilih istri, supaya mendapat jodoh perempuan yang baik dan beragama, maka seorang wali juga harus berhati-hati dalam mencarikan jodoh anaknya, demi kehormatan dan kemuliaannya. Hendaknya ia tidak mencari menantu yang tidak beragama, tidak berakhlak. Sebab orang yang baik, beragama dan berakhlak akan mempergauli istrinya dengan baik atau akan melepaskannya dengan baik pula.

Seorang laki-laki pernah datang kepada Hasan bin Ali bin Abi Thalib, “Saya punya anak perempuan, menurut pendapatmu dengan siapa anak perempuan itu harus saya kawinkan?”
Hasan menjawab, “Kawinkanlah dengan laki-laki yang bertakwa kepada Allah, kalau ia mencintainya ia akan menghormatinya dan kalau tidak cinta ia tidak menganiaya.”

Apabila seorang laki-laki diperbolehkan melihat perempuan yang akan dinikahinya maka perempuan juga boleh melihat laki-laki yang akan menjadi teman hidupnya. Apabila perempuan tertarik dan setuju ia boleh dinikahkan dan jika tidak suka maka tidak boleh dipaksa.

Demikianlah penjelasan tentang “Memilih Istri dan Memilih Suami” yang dapat kami sajikan di halaman ini, untuk lebih jelasnya dapat di tanyakan pada Ulama di sekitarmu yang mengerti tentang masalah ini. Terima kasih sudah mampir di halaman ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares