Doa Adalah Puncak Ibadah

Doa adalah Puncak ibadah
Doa Adalah Puncak Ibadah

Marilah kita tetap semangat bertakwa kepada Allah dimana kita berada, dan kapan saja selama Allah masih memberi kesempatan hidup kepada kita.

Biasanya jika seorang mendapat ujian, maka ia menggunakan akalnya dan daya upayanya untuk melepaskan dari segala kesulitannya. Tetapi jika usahanya tidak dapat melepaskannya dari kesulitannya, maka ia akan putus asa dan tidak berpengharapan lagi, bahkan ada yang bunuh diri.

Tetapi kita sebagai seorang mukmin tidak boleh berputus asa, karena gagalnya suatu usaha kita. Sebaliknya kita harus yakin bahwa Allah dapat memberinya jalan keluar dari segala kesulitannya, sehingga ia gemar berdoa kepada Allah untuk minta belas kasihan-Nya.

Biasanya jika seorang mendapat kesulitan, maka ia berusaha untuk mengatasi kesulitannya, tetapi jika ia gagal, maka ia akan mengembalikan kegagalannya kepada Allah, sehingga ia mohon bantuan-Nya agar ia diberi jalan keluar dari segala kesulitan yang dihadapinya.

Hendaknya setiap mukmin tidak boleh putus asa sedikitpun, tetapi hendaknya ia harus pasrah diri sepenuhnya kepada Allah sambil berdoa sekuatnya, Insya Allah jika hatinya ikhlas dalam doanya, pasti Allah akan mengabulkan doanya, karena kekuasaan Allah tidak terbatas oleh apapun, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut:
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya, Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan merekat tidak mengetahui apa-apa yang dihadapan mereka dan dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi lagnit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Alah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
(QS.Al-Baqarah:255)

Firman Allah di atas mengisyaratkan bahwa Allah tidak pernah lalai sesaat pun, tidak pernah tidur bahkan tidak pernah mengantuk. Karena itu, tidak pantas jika ada seorang mukmin yang tidak merasa takut kepada Allah, karena Allah berkuasa atas segala sesuatu yang dimiliki-Nya. Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat dan Dia mampu mengabulkan doa orang-orang yang butuh pertolongan-Nya. Dia akan selalu membuka segala pintu yang tertutup bagi orang-orang yang berdoa memohon bantuan. Jika seorang mukmin kuat dalam keyakinannya, maka segala doanya akan segera dikabulkan oleh Allah. Karena itu, seorang mukmin tidak boleh lalai sedikitpun dari dzikirnya, karena berdzikir kepada Allah dapat menenangkan hati setiap orang, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS.Ar-Ra’d:28)

Jika setiap orang kuat keyakinannya kepada Allah dan ia yakin bahwa Allah dapat mengatasi segala kesulitan dan dapat mengabulkan segala permintaan, pasti hatinya akan tenang, karena ia yakin bahwa harapannya akan dikabulkan oleh Allah, karena dalam aturan Allah tidak ada batasan apapun yang dapat membatasi kehendak dan ilmu Allah.

Seorang mukmin tidak boleh merasa putus asa sedikitpun karena ia yakin bahwa kekuasaan Allah dan kekuatan-Nya dapat mengabulkan permintaan setiap orang. Karena itu, ia harus ingat kepada Allah agar hatinya tetap tenang.

Perlu diketahui bahwa Nabi SAW bersabda bahwa doa adalah puncak ibadah. Sabda Nabi SAW ini selalu mengingatkan kita kepada kekuasaan Allah yang tidak terbatas oleh apapun, sehingga setiap mukmin harus menghadirkan hatinya ketika ia berdoa kepada Allah dan ia harus yakin bahwa doanya pasti akan dikabulkan oleh Allah. Jika perasaan seperti itu bersemayam di hati setiap mukmin, pasti hatinya akan senantiasa berharap pertolongan dari Allah, karena ia tidak memiliki daya dan upaya apapun dalam hidupnya, kecuali dengan izin Allah.

Jika seorang mukmin telah mempunyai perasaan seperti itu, maka ia tidak akan berbuat sewenang-wenang, karena ia selalu berharap kepada pertolongan Allah dan Allah mengetahui terhadap segala sesuatu yang tersembunyi maupun yang terang. Karena itu, seorang mukmin tidak boleh merasa sombong sedikitpun di dalam hatinya. Hendaknya ia yakin bahwa Allah dapat memberinya pahala atas kebajikannya dan menyiksa atas semua dosanya, sehingga ia tidak akan tertipu oleh perbuatan yang diharamkan oleh Allah meskipun ia mampu melakukannya.

Pokok berdoa adalah puncak dari segala ibadah. Karena itu hendaknya kalian selalu takut kepada Allah, selalu berdoa kepada-Nya, mengingat-Nya dan merendahkan diri kepada-Nya, agar kalian mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sebagai kata penutup, semoga Allah mengampuni diri kita dan seluruh umat Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares