Perasaan Bangga Dapat Merusak Agama Seorang

Marilah kita selalu berusaha menambah takwa kepada Allah dengan menaati semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Sungguh berbahagialah orang-orang yang selalu taat kepada Allah dan takwa kepada-Nya. Sebaliknya sungguh rugi dan menyesallah orang kafir dan berbuat maksiat terhadap-Nya. Mereka ini orang-orang yang terkutuk karena selalu mengingkari perintah Allah dan melanggar larangan-larangan-Nya

Setiap hati mempunyai berbagai penyakit, tetapi penyakit hati dapat merusak keimanan seorang, karena seorang yang rusak hatinya akan merobohkan benteng Islam, karena ia bernaung dalam benteng Islam dan ia mengucapkan akidah Islam. Adapun penyakit hati semacam itu tidak lain adalah penyakit ujub atau sombong, yaitu jika seorang sangat bergembira dengan karunia Allah, sehingga ia melupakan bahwa yang memberi karunia itu adalah Allah, tetapi karena ia ujub dengan keberhasilannya, maka ia mengaku bahwa segala karunia yang ia peroleh adalah karena usaha dan upaya jerih payahnya sendiri, ia lupa bahwa yang memberinya berbagai karunia hanyalah Allah semata.

Perlu diketahui bahwa penyakit ujub lebih buruk dari penyakit riya’, bahkan penyakit ini lebih berbahaya, karena mengancam akidah seorang muslim. Karena seorang yang berbuat riya’ jika ia melakukan suatu kebajikan, maka ia masih berniat karena Allah dan karena manusia. Tetapi seorang yang merasa ujub, maka ia melupakan Allah dan melupakan orang lain, sehingga ia merasa bahwa keberhasilan atau karunia yang ia peroleh hanyalah karena usaha dan upayanya sendiri, sehingga penyakit itu akan merusak diri seorang dan agamanya dan ia tidak merasakan.

Karena itu, Allah pernah mencela sebagian orang-orang beriman di masa Rasulullah SAW yang merasa ujub dengan banyaknya jumlah tentara mereka, sehingga mereka berkata: “Dengan jumlah tentara sebanyak ini, pasti kita akan menang.” Tetapi Allah mencela mereka, seperti yang diungkapkan dalam firman Allah berikut:
“Dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun.”
(QS.At-Taubah:25)

Demikian pula Allah mencela orang-orang kafir yang merasa ujub dengan kekuatan benteng-benteng mereka, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut:
“Dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah, maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka.”
(QS.Al-Hasyr:2)

Perasaan bangga dapat merusak agama seorang
Perasaan Bangga Dapat Merusak Agama Seorang

Demikian pula Allah mencela perasaan ujub yang ada pada diri Qarun, seperti yang di sebutkan dalam firman Allah berikut:
“Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.”
(QS.Al-Qashash:78)
Karena itu Allah membenamkan Qarun di dalam perut bumi beserta tempat tinggalnya dan seluruh kekayaannya.

Adakalanya seorang yang ujub dengan kebaikan dan organisasinya dan ada pula seorang yang ujub karena kejeniusan akalnya, jenis bangsanya, jenis kedudukannya, banyak hartanya dan anaknya dan ada pula yang ujub dengan ama ibadahnya, sehingga tidak sebuah hatipun, kecuali ia mempunyai perasaan ujub, baik sedikit maupun banyak, tetapi semuanya menimbulkan dampak negatif.

Perlu diketahui bahwa perasaan ujub menjadi penghalang utama antara seorang hamba dengan Tuhannya, dari seorang dengan akalnya. Seorang yang ujub biasanya senantiasa mengikuti keinginan hatinya. Seorang yang ujub mempunyai ciri-ciri khusus, di antaranya ia melupakan kekurangan dirinya, sehingga ia tidak mau memperbaikinya, bahkan jika ada seorang yang menyuruhnya bertakwa kepada Allah, maka ia menyombongkan dirinya dan meremehkan ucapan orang itu, karena ia merasa bahwa dirinya paling baik dan paling sempurna. Ia merasa bangga dengan kesesatannya, ia tidak merubahnya sedikitpun dari kesesatannya, karena ia memandang kebenaran dengan pandangan yang hina, bahkan kebenaran dinilainya sebagai suatu kebodohan yang nyata.

Rasulullah SAW telah mengingatkan umatnya dari orang-orang yang selalu merasa ujub, seperti yang disebutkan dalam suatu riwayat oleh Tirmidzi dan Abu Dawud bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Abu Tsa’labah: “Jika engkau melihat sudah banyak seorang yang mengikuti hawa nafsunya, seorang yang kikir tetapi ia ditaati oleh banyak orang dan melihat seorang yang ujub dengan pendapatnya sendiri, maka sebaiknya engkau bersikap hati-hati terhadap keselamatan dirimu.”
Hadits diatas mengisyaratkan bahwa perasaan ujub adalah suatu penyakit yang paling kronis, sehingga sulit bagi seorang untuk menghilangkan penyakit ujubnya, meskipun ia telah berusaha sekuat mungkin dengan berbagai cara yang ia miliki.

Tetapi seorang tidak dapat menghilangkan perasaan ujubnya dengan mudah, kecuali jika ia mengenali dirinya yang tidak mampu mengatasi segala kesulitan hidupnya. Misalnya, ada seorang yang ingin mengembangkan bisnisnya dengan ilmunya dan keahliannya, tetapi ia mengalami kegagalan total, sedangkan seorang yang bodoh dapat berhasil dalam bisnisnya. Andaikata ia tahu bahwa Allah dapat memberi kemenangan bagi pasukan yang jumlahnya sangat sedikit terhadap pasukan yang jumlahnya lebih banyak dan lebih lengkap persenjataannya. Jika seorang yang suka merasa ujub itu mengetahui dirinya dan kekuasaan Allah yang tiada terbatas, maka ia akan merasa rendah hati di hadapan Allah dan ia akan yakin bahwa apa saja yang terjadi di alam semesta tidak lain hanya karena kehendak Allah semata, bukan karena kehendak seseorang. Jika seorang yang merasa ujub di dalam hatinya mengetahui bahwa rezeki atau kesehatan yang diberi kepadanya hanyalah sebagai ujian dari allah baginya.

Hendaknya kalian senantiasa takut kepada Allah dan meyakini bahwa segala sesuatu itu akan terjadi karena kehendak Allah yang telah memberi keimanan kepada kita. Karena itu, hendaknya kalian senantiasa bertakwa kepada allah dan beriman bahwa segala sesuatu akan terjadi dengan kehendak Allah. Itulah yang dapat kami sampaikan dalam kesempatan ini.

Sebagai kata penutup, semoga Allah mengampuni diri kita dan seluru umat Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares